Contoh Konfigurasi dan Setting Domain untuk Web Server Nginx dan PHP-FPM

Kali ini tidak banyak yang mau ditulis, cuman sekedar share contoh file konfigurasi dari Nginx yang digunakan untuk setting domain dari webs server dengan aplikasi PHP-FPM untuk menjalankan script PHP. Dan di sini, untuk comtoh, CMS yang digunakan adalah WordPress yang merupakan salah satu CMS yang paling banyka digunakan untuk saat ini.

Berikut ini konfigurasinya, dengan contoh domain CentosTutorial.site sebagai domain utama. File ini bisa anda tempatkan di mana saja, yang penting diload pada saat web server Nginx dijalankan.

server {
        # Redirect non WWW to WWW
        server_name centostutorial.site;
        rewrite ^(.*) https://centostutorial.site$1 permanent;
}

server {
        listen       80;
        server_name  centostutorial.site;

        # Root Folder
        location / {
                root   /home/public_html/centostutorial.site;
                index  index.php;

                include /home/public_html/htaccess;

                # Access to PHP Files
                location ~ \.php$ {
                        #fastcgi_pass   unix:/tmp/php-fpm.sock;
                        fastcgi_pass   127.0.0.1:9000;
                        fastcgi_index  index.php;
                        fastcgi_param  SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
                        include        fastcgi_params;
                }

                # Access to static files
                location ~* \.(jpg|jpeg|gif|png|css|ico|js|xml)$ {
                        access_log        off;
                        log_not_found     off;
                        expires           365d;
                }

                # Access to Hidden files
                location ~ /\. {
                        deny  all;
                        access_log off;
                        log_not_found off;
                }
        }
}

Sedangkan file /home/public_html/htaccess yang digunakan untuk rewrite rules di Nginx, berisi konfigurasi seperti di bawah ini:

if (-f $request_filename) {
     break;
}
if (-d $request_filename) {
     break;
}
rewrite ^(.+)$ /index.php?q=$1 last;

Untuk Semoga contoh konfigurasi ini bisa membawa manfaat untuk anda!